29.9.12

Larangan Meninggalkan Shalat Wajib


Shalat adalah amal perbuatan yang istimewa, karena perintah shalat langsung diberikan Allah kepada Rasulullah tanpa perantara malaikat dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.  Bagi siapa saja yang meninggalkan shalat Allah akan memberinya pembalasan baik di dunia, di alam kubur, maupun di akhirat nanti.

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang menjaga salat maka ia menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti dan keselamatan dan pada hari kiamat ia akan bersama Qarun,Fir'aunHaman dan Ubay bin Khalaf."

·        6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :
1.      Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2.      Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3.       Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4.       Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5.      Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6.       Allah tidak akan mengabulkan doanya.

·        3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :
1.    Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2.    Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
3.   Disiksa sampai hari kiamat tiba.

DALIL-DALIL YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS:
      

  • Qs. Al-mudatstsir: 42-43










Artinya: (42) Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? (43) Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
  •       Qs. Maryam: 59



 Artinya: Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan
memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

  •         Hadits Rasulullah:

hadits sholat.jpg

Artinya: “Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba nanti pada hari kiamat adalah shalat wajib. Jika ia sempurnakan shalat yang wajib tersebut maka sempurna amalannya, namun jika tidak dikatakanlah, ‘Lihatlah, apakah orang ini memiliki amalan tathawwu’ (shalat sunnah)?’ Bila ia memiliki amalan tathawwu’, disempurnakanlah shalat wajib yang dikerjakannya dengan shalat sunnahnya. Kemudian seluruh amalan yang difardhukan juga diperbuat semisal itu.”

                                                source: click me! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar